Water as Fuel?
Oleh: Jayan Sentanuhady
Bahan bakar (fuel) umumnya dari bahan-2 hidrokarbon seperti metan, propan, heptan, batu bara, arang, dll. Bahan bakar tersebut tersusun dari unsur carbon dan hydrogen. Tetapi hidrogen saja juga bisa dijadikan bahan bakar layaknya bahan bakar hidrokarbon. Jika bahan bakar hidrokarbon umumnya didapat dari bahan bakar fosil, bahan bakar hidrogen umunya didapat dengan cara elektoslisis dari berbagai sumber. Salah satu sumbernya tentu adalah air yang gratis dan murah didapat (kecuali air AQUA). Tetapi walau hidrogen diproses dari air, air (H2O dalam bentuk cair) tidak bisa disebut sebagai bahan bakar. Dengan melakukan proses elektrolisis, H2O tersebut dapat diubah menjadi gas hidrogen. Hidrogen inilah yang digunakan sebagai bahan bakar, jadi bahan bakarnya bukan air. Pada umumnya elektrolisis dengan menggunakan teknik pemberian electric pulse ke air. (tentang elektrolis akan di bahas tersendiri, krn chain branchingnya ruwet…)
Jika perekasinya (oksidizer) udara (0.21 O2 + 0.79 N2), hasil akhir proses reaksinya adalah H2O (dalam bentuk uap) dan N2 (tidak bereaksi, tetapi berfungsi sebagai diluent atau penghambat reaksi). Seperti hidrogen-2 yang lain, hasil pembakarannya juga sama reaktifnya.
Sebenarnya teknik ini bukan hal yang baru, bukan penemuan yang baru. Sudah puluhan tahun cara ini ditemukan bahkan sebelum Dr. William Rhodes, orang pertama yang membuat dokumentasi tentang proses elektrolisis ini sekitar tahun 1960. Tetapi walaupun Dr. William Rhodes adalah orang pertama yang membuat dokumentasi, Prof. Yull Brown adalah orang yang secara serius mempopulerkan metoda elektrolisis ini. Sehingga banyak orang lebih mengenal Yull Brown daripada William Rhodes itu sendiri. Sehingga istilah menggunakan air sebagai sumber bahan bakar dalam proses pembakaran sering disebut Brown’s Gas. Walaupun begitu, banyak para pakar kimia (yang brtanggung jawab terhadap proses elektrolisis), meragukan akan effisiensi proses ini. Salah satu pakar kimia dari jepang meberikan komentarnya tentang Brown’s gas ini sbg: “proses itu (elektrolisis) akan lebih besar pasak dari pada tiangnya” artinya dengan teknologi saat ini, proses tersebut tidak visible sama sekali.
Energy vs Ekonomi
Banyak sekali bahan bakar di alam ini yang bisa digunakan sebagai bahan bakar, tetapi tidak
semua memiliki nilai ekonomi yang seimbang jika digunakan untuk kebutuhan sehari-2. Mudahnya saja, hidrogen sudah diketahui sebagai bahan bakar yang effektif ratusan tahun yang lalu. Dan banyak dari mereka memahami proses elektrolisis ini untuk mendapatkan hydrogen, tetapi sampai saat ini hidrogen masih tidak digunakan sebagai sumber energi kecuali dalam tahap uji coba. “Ekonomis” adalah alasan salah satu alasannya. Dengan teknologi yang ada saaat ini, proses elektrolisis masih terlalu mahal dibandingkan dengan energi yang didapatkan. Teknologi elektrolisis yang dinunakan saat ini masih terlalu banyak mengkonsumsi listrik untuk mengenerate electric pulse. Dengan kata lain, antara energi yang dikonsumsi untuk proses elektrolisis dengan energi kimia yang dihasilkan masih belum balance secara ekonomis. Tetapi tidak menutup kemungkinan, bahwa proses elektrolisis yang lebih effisien akan ada dikemudian hari. Dan pada akhirnya kita akan naik mobil dengan bahan bakar air bekas mandi.
Safety
Alasan yang kedua, adalah tingkat keselamatan dan keamanan. Untuk digunakan dalam skala penggunakan umum, proses pembakaran, handling, penyimpanan harus dalam konsisi “aman”. Sekitar 10 tahun yang lalu proses handling masih merupakan problem utama jika hydrogen digunakan untuk umum. Karena potensi terjadinya kecelakaan detonasi sangat besar jika menggunakan bahan bakar hidrogen, karena hidrogen memiliki sifat yang sangat reaktif selama proses reaksi kimia/pembakaran. Tetapi akhir-2 ini masalah keamanan penggunakan hydrogen sudah mulai dapat dicairkan.
Remarks:
1. Bukan teknologi baru
2. Production cost vs energy belum balance secara ekonomis
3. Handling rumit, butuh penanganan khusus.
Komentar
21 komentar untuk “Water as Fuel?”
Beri Komentar
duh,,saya pengen baget nanti atau suatu saat dimana saya masih hidup, air bisa dijadikan bahan bakar…
saya pengen ikutan memberikan ide ide saya deh kalo ada ilmuwan2 yang merapatkan hal ajaib ini….
undang2 saya ya kalo ada….
lho…air khan sudah bisa di elektrolisis jadi hydrogen saat ini, dan hidrogennya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Cuman cost-nya untuk saat ini masih mahal….
Jadi hal ini bukan ajaib..bisa di jelaskan dengan ilmu pengetahuan….
So..nggak usah nunggu ilmuwan rapat…langsung aja ide-2 anda dipublikasikan….
Electrolisis nya juga gak mahal koq… cuman butuh 1 botol dengan lebar kira2 2-3cm dan tinggi botol 5cm, baking soda, ama stainless steil(gak salah kan penulisannya hehe
). udah jadi hidrogen nya.
kayaknya mank udah itu aj, yang penting unsur dasar air kan, hidrogen dan Oksigen. dan kedua unsur tersebut adalah unsur yang berperan penting dalam proses pembakaran.. so kita coba lagi eksperimen - eksperimen yang lebih hebat lagi,,
he..he..he..
Sebenarnya sudah ada teknologi electrolisa air menjadi hidrogen dan oksigen dan kedua gas tersebut digunakan sebagai booster di kendaraan, dan juga motor dan mobil yang jalan dengan 100% air juga sudah ada. lihat kapilo0o vidoes di blog ku http://kapilo0o.wordpress.com motorcycle runs on water
maaf pak saya mahasiswa di kampus tempat bapak ngajar.
Apakah biaya untuk menghasilkan BB air itu sudah cukup ekonomis ekarang ini?
Ya itu memang bukan teknologi baru. Bus di jepang sudah ada yang berbahan bakar air walau hanya experimental. Tetapi costnya masih tinggi.
“Sebenarnya sudah ada teknologi electrolisa air menjadi hidrogen dan oksigen dan kedua gas tersebut digunakan sebagai booster di kendaraan, dan juga motor dan mobil yang jalan dengan 100% air juga sudah ada. lihat kapilo0o vidoes di blog ku http://kapilo0o.wordpress.com motorcycle runs on water
”
“maaf pak saya mahasiswa di kampus tempat bapak ngajar.
Apakah biaya untuk menghasilkan BB air itu sudah cukup ekonomis ekarang ini?
“
mungkin 100% hidrogen tidak ekonomis, tapi kalo hanya untuk menyempurnakan pembakaran sehingga lebih efisien sedangkan energi untuk elektrolisis diambil (dicuri) sedikit dari dinamo untuk menghasilkan hidrogen mungkin saja. Seperti juga CNG dipakai di mesin diesel 100% tidak mungkin, tapi tetap dicampur solar ternyata bisa (minimal ada penghematan cost meskipun tidak banyak).
Hidrogen sebagai bahan bakar?, saat ini saya sedang mencopa memasang alat yang memproduksi hidrogen untuk menambah tenaga dan efisiensi kendaraan. Di sebuah bengkel mobil dekat pabrik gula Madukismo Yogyakarta pemilik bengkel mengklaim dengan pemasangan alat ini tenaga mesin akan bertambah dan bbm akan menjadi hemat sekitar 30%, saya belum mencoba untuk ukuran pasti, namun menurut beberapa teman perbedaan terasa setelah memasang ini. Prinsip kerjanya adalah menasukkan hidrogen hasil elektrolisasi keruang bakar melalui intake manifold.
Saya sudah lama memasang elektrolisis untuk suplay hidrogen dan oksigen di VW saya. Bensin jadi irit, tarikan ok, gas buang lebih bersih. Silakan kunjungi blog saya di www.alrehabmed.blogspot.com. Ada tips untuk pembuatannya.
Untuk mas Sinang Sukanta, saya juga sedang coba2 untuk membuat alat untuk memproduksi hidrogen dengan elektrolisis ttp belum maksimal. Selama inim saya coba water injection ya lumayan bisa iritkira2 25%
Kalau tidak keberatan dimana alamat bengkel itu saya kok tertarik untuk mencoba.
Kalau hidrogen sebagai alat untuk menghemat BBM sih di amerika atau eropa sudah populer dari dulu, coba di situs water4gas.com, atau di google dengan water for gas dsb. Unit KIT-nya sudah dijual bebas kita tinggal merangkai sendiri di rumah.
Kenapa di Indonesia penggunaan air sebagai penghemat bahan bakar belum populer?
Dengan akhir Mei 2008 ini bensin premium dari Rp 4500,00 jadi Rp 6000,00, saya sangat ingin sekali menambah alat penghemat dengan air ini.
Saya juga sedang membayangkan, bila suatu saat nanti mobil saya tidak perlu lagi mengisi bahan bakar di pom bensin, tetapi hanya menjemurnya saja, battery sudah terisi, mobil siap jalan. Bila matahari tidak ada mobil saya masih bisa diisi dari PLN di rumah atau di kantor. Ya seperti kita sekarang charging HP lah.
kayaknya kita selalu terlambat ya ?!
Saya search ternyata di usa dan australia sudah banyak yang jual kitnya seperti water4gas,dll. Padahal untuk rakyat teknologi ini sangatlah membantu. Apalagi ditengah isu kenaikan bbm dunia yang katanya diatur negara asing.
La mana peran orang-orang pintar kita ???
Jangan-jangan nanti hanya jadi sales produk asing saja ketimbang melakukan riset sendiri ?
Yang kemarin saya baca ada orang jawa timur yang sudah dikunjungi SBY dan timnya dan sudah dicoba, katanya bagus. Tapi kok ga ada kabarnya ya???
Yang di jogja saya baru dengar tapi hasil penghematannya masih belum jelas
untuk semua saja…yang bisa menolong saya…
saya kebetulan sedang kesulitan untuk membuat alat yang bisa menghasilkan hidrogen murni…baik melalui elektrolisis atau apa aja…karena kebetulan saya bukan orang kimia.
bagi yang bisa membantu saya tolong hubungi no 05292340634, atas nama cici.
terimakasih sebelumnya.
menurut aku sebaiknya jangan hanya bahan bakar yang dipermasalahkan terus deh. kan ada sumber tenaga yang lain, tapi tidak apa lah kalau sampai air bisa jadi bahan bakar, maka bagaimana/seperti apa komponen input mesin berbahan bakar air tersebut? kalao sudah ada cepet kasih tau ya!
Aduuuuh… seefisien apapun elektrolisisnya, energi utk elektrolisis minimal sama dengan hasil energi dari pembakaran hidrogen dan oksigennya… belajar kekekalan energi donk…
Sudah mulai kelihatan yang perlu digaris bawahi, pembuatan H2 ( dan O2 ) ini porsinya untuk membantu mengefisien dan mengefektifkan pembakaran pada mesin melalui fasilitas sumber listrik yg sdh tersedia, itu fokusnya dan sudah pada posisi optimalisasi proses itu. so any comment ‘bahan bakar air lah, energi kekal lah, atau yg lain yg buka solusi ndak perlu. so yg eksperimen terus utk hasil yg lebih baik, kami dukung dan amat sangat menghargainnya … saya juga sedang mencoba terus ini.
wah untuk indonesia saya kira masih sangat jauh bgt untuk teknologi ini,..klo di amrik sana general motor sudah memanfaatkan hidrogen untuk fuel cell, jadi motor listrik digerakkan oleh batrey yang dihasilkan oleh reaksi bercampurnya H dengan O dengan hasil listrik dan air hangat. Tp masalahnya indonesia pengekor aja,.tuh buat PEM nya gak bakalan bisa.
“Aduuuuh… seefisien apapun elektrolisisnya, energi utk elektrolisis minimal sama dengan hasil energi dari pembakaran hidrogen dan oksigennya… belajar kekekalan energi donk…
”
Ya…kalo seandainya tahu hukum themodinamika….tentu tidak akan ada blue energi atau banyugeni…
“wah untuk indonesia saya kira masih sangat jauh bgt untuk teknologi ini,..klo di amrik sana general motor sudah memanfaatkan hidrogen untuk fuel cell, jadi motor listrik digerakkan oleh batrey yang dihasilkan oleh reaksi bercampurnya H dengan O dengan hasil listrik dan air hangat. Tp masalahnya indonesia pengekor aja,.tuh buat PEM nya gak bakalan bisa.
”
Kalo ilmu tentang fuel cell itu sudah maju banget….tapi ilmu merubah air menjadi h2 itu masih butuh riset yang panjang, untuk mendapatkan proses yang murah…