Future Engine (part 1)
Oleh: Jayan Sentanuhady
Persyaratan emisi gas buang yang semakin ketat terutama di negara-2 maju akan mempengaruhi perkembangan mesin kendaraan dimasa-masa akan datang. Dan ini merupakan tantangan besar bagi para engineer untuk mendevelop mesin yang lebih ramah lingkungan. Sebenarnya perkembangan fuel cell dapat menjadi alternatif yang menjajikan dalam hal keramahan dengan lingkungan. Tetapi mungkin kendaraan dengan fuel cell baru akan ada di pasaran sekitara 15 ~ 20 tahun lagi. Dan menjelang masa itu, internal combustion engine (motor bakar) masih akan menjadi penggerak utama bagi kendaraan sambil membawa mesin ke arah ramah lingkungan.

Problem terbesar mesin yang berkaitan dengan ramah lingkungan adalah terletak pada ruang bakar (combustion chamber), dimana camburan udara dan bahan bakar dituntut untuk menghasilkan energi kimia yang besar pada saat proses reaksi kimia dan juga menghasilkan produk reaksi yang tidak membebani lingkungan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kesempurnaan pembakaran dalam silinder (ruang bakar), tetapi saya akan membahas sedikit tentang fuel injection (injeksi bahan bakar) ke dalam ruang bakar. Kenapa? Karena menurut saya injeksi bahan bakar ke dalam silinder adalah salah satu parameter terpenting dalam proses pengendalian formasi campuran bahan bakar dalam silinder yang pada akhirnya akan banyak berpengaruh pada unjuk kerja mesin secara global dan emisi gas buang yang dihasilkan. Oleh karena itu dewasa ini optimisasi injeksi dalam silinder menjadi sesuatu yang penting untuk dicarikan solusi terbaik. Dari penelitian-penelitian dewasa ini, direct injection (injeksi langsung ke silinder) dengan tekanan tinggi menjadi solusi terbaik untuk perkembangan mesin di masa akan datang baik untuk mesin bensin ataupun mesin diesel.
(dilanjutkan…)
Komentar
7 komentar untuk “Future Engine (part 1)”
Beri Komentar
thanks info lebih banyak lag , mau bahas mesin turbin gas cara kerj deh
oke…oke…memang teknologi direct injection(DI) the best solution in the future.tapi bagimanapun juga teknologi DI ga’ bakalan lahir klo sebelumnya ga’ lahir indirect injection.segala sesuatu itu bertahap…
Ya.. tentu semua ada prosesnya. DI menjadi terbaik krn ada pembandingnya juga IDI. Kalo tidak ada IDI kita tidak tau jika DI terbaik untuk saat ini.
Ngomong2, saya ni dak tau apa itu IDI ama DI. Gimana
sich cara kerjanya masing2 n apa keunggulannya?
Sblmnya makasih!
IDI (indirect injection), bahan bakar di injeksikan ke dalam manifold jadi prisipnya hanya mengganti alat pengkabutan dari karburator ke injeksi. Sedangkan DI (direct injection), bahan bakar diinjeksikan langsung dalam silinder/ruang bakar. DI membutuhkan sistem injeksi yang lebih baik dalam hal daya tekan injeksi (harus lebih tinggi dari tekanan dalam silinder ketika piston dalam posisi TDC(top dead center/titik mati atas)) dan tahan terhadap temperatur yang tinggi. DI secara umum memiliki lebih banyak keunggulan, dalam hal pengkabutan atau homogenitas bahan bakar - udara, injeksi bahan bakar dapat lebih akurat sesuai dengan kebutuhan. Gitu aja komen dari saya, slahkan ditambahi …
napa msn diesel lebih banyak asapna daripada motor bensin pk yan?
DI pada mesin bensin jangan disamakan dengan mesin diesel dunk,masalhnya adalah pengkabutan yang harus benar2 sempurna karena kalau tidak sama saja dengan boros.mesin paling efisien didunia tetap mesin diesel.