<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gudangilmu.org</title>
	<link>http://gudangilmu.org</link>
	<description>Gudangnya Pengetahuan</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 02:46:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-3)</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2008/01/08/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-3/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2008/01/08/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 05:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2008/01/08/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-3/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Sebelum membaca artikel ini silahkan baca terlebih dahulu artikel Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-1),  Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-2) dan artikel tentang pembilasan searah. 
b. Langkah Ekspansi dan Buang
Langkah ekspansi dan buang dimulai setelah terjadinya tekanan maksimum di dalam silinder akibat terbakarnya campuran bahan bakar dengan udara.
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--adsense#name-->Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Sebelum membaca artikel ini silahkan baca terlebih dahulu artikel <a href="http://gudangilmu.org/2007/11/26/siklus-2-tak-mesin-diesel/"><font color="#be0c0c">Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-1)</font></a>,  <a href="http://gudangilmu.org/2007/11/26/siklus-2-tak-mesin-diesel/"><font color="#be0c0c">Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-2)</font></a> dan artikel tentang <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/"><font color="#be0c0c">pembilasan searah</font></a>. </p>
<p><strong>b. Langkah Ekspansi dan Buang</strong><br />
Langkah ekspansi dan buang dimulai setelah terjadinya tekanan maksimum di dalam silinder akibat terbakarnya campuran bahan bakar dengan udara. <a href="http://gudangilmu.org/2008/01/08/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-3/#more-40" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=40&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_40" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2008/01/08/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-2)</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2008/01/04/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-2/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2008/01/04/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 08:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2008/01/04/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Sebelum membaca artikel ini silahkan baca terlebih dahulu artikel Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-1) dan artikel tentang pembilasan searah. 
Motor bakar yang beroperasi dengan siklus operasi dua langkah digambarkan sebagai berikut :
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Sebelum membaca artikel ini silahkan baca terlebih dahulu artikel <a href="http://gudangilmu.org/2007/11/26/siklus-2-tak-mesin-diesel/">Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-1)</a> dan artikel tentang <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/">pembilasan searah</a>. </p>
<p>Motor bakar yang beroperasi dengan siklus operasi dua langkah digambarkan sebagai berikut : <a href="http://gudangilmu.org/2008/01/04/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-2/#more-38" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=38&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_38" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2008/01/04/siklus-2-tak-mesin-diesel-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Future Engine (part 1)</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/10/future-engine-part-1/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/10/future-engine-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 01:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<category><![CDATA[direct injection]]></category>

		<category><![CDATA[engine]]></category>

		<category><![CDATA[future engine]]></category>

		<category><![CDATA[low emission]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/10/future-engine-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Persyaratan emisi gas buang yang semakin ketat terutama di negara-2 maju akan mempengaruhi perkembangan mesin kendaraan dimasa-masa akan datang. Dan ini merupakan tantangan besar bagi para engineer untuk mendevelop mesin yang lebih ramah lingkungan. Sebenarnya perkembangan fuel cell dapat menjadi alternatif yang menjajikan dalam hal keramahan dengan lingkungan.
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Persyaratan emisi gas buang yang semakin ketat terutama di negara-2 maju akan mempengaruhi perkembangan mesin kendaraan dimasa-masa akan datang. Dan ini merupakan tantangan besar bagi para engineer untuk mendevelop mesin yang lebih ramah lingkungan. Sebenarnya perkembangan fuel cell dapat menjadi alternatif yang menjajikan dalam hal keramahan dengan lingkungan.  <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/10/future-engine-part-1/#more-35" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=35&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_35" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/10/future-engine-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pembilasan Searah Mesin Diesel</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 11:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady 
Motor diesel yang berdaya besar yang memiliki siklus dua langkah umumnya memiliki efisiensi volumetrik yang lebih besar bila dibandingkan dengan motor diesel dengan siklus empat langkah, oleh karena dewasa ini mesin diesel dengan kapasitas besar, rata-rata mengunakan siklus dua langkah. Faktor penting dalam siklus operasi dua langkah adalah pembilasan, karena pembilasan sangat menentukan unjuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady </p>
<p>Motor diesel yang berdaya besar yang memiliki siklus dua langkah umumnya memiliki efisiensi volumetrik yang lebih besar bila dibandingkan d<!--adsense#name-->engan motor diesel dengan siklus empat langkah, oleh karena dewasa ini mesin diesel dengan kapasitas besar, rata-rata mengunakan siklus dua langkah. Faktor penting dalam siklus operasi dua langkah adalah pembilasan, karena pembilasan sangat menentukan unjuk kerja pembakaran dalam siklus selanjutnya. <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/#more-34" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=34&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_34" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/10/pembilasan-searah-mesin-diesel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Water as Fuel?</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/08/water-as-fuel/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/08/water-as-fuel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 11:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fuel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/08/water-as-fuel/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Bahan bakar (fuel) umumnya dari bahan-2 hidrokarbon seperti metan, propan, heptan, batu bara, arang, dll. Bahan bakar tersebut tersusun dari unsur carbon dan hydrogen.  Tetapi hidrogen saja juga bisa dijadikan bahan bakar layaknya bahan bakar hidrokarbon. Jika bahan bakar hidrokarbon umumnya didapat dari bahan bakar fosil, bahan bakar hidrogen umunya didapat dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Bahan bakar (fuel) umumnya dari bahan-2 hidrokarbon seperti metan, propan, heptan, batu bara, arang, dll. Bahan bakar tersebut tersusun dari unsur carbon dan hydrogen.  Tetapi hidrogen saja juga bisa dijadikan bahan bakar layaknya bahan bakar hidrokarbon. Jika bahan bakar hidrokarbon umumnya didapat dari bahan bakar fosil, bahan bakar hidrogen umunya didapat dengan cara elektoslisis dari berbagai sumber. Salah satu sumbernya tentu adalah air yang gratis dan murah didapat (kecuali air AQUA). Tetapi walau hidrogen diproses dari air, air (H2O dalam bentuk cair) tidak bisa disebut sebagai bahan bakar.  <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/08/water-as-fuel/#more-30" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=30&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_30" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/08/water-as-fuel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kapasitas DVD</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/07/kapasitas-dvd/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/07/kapasitas-dvd/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 09:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hardware]]></category>

		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/07/kapasitas-dvd/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Piringan DVD banyak sekali macamnya, tetapi pada dasarnya jika melihat kapasitasnya DVD diklasisfikasi menjadi 4 macam.
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Piringan DVD banyak sekali macamnya, tetapi pada dasarnya jika melihat kapasitasnya DVD diklasisfikasi menjadi 4 macam. <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/07/kapasitas-dvd/#more-28" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=28&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_28" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/07/kapasitas-dvd/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi Mesin Diesel</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/06/klasifikasi-mesin-diesel/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/06/klasifikasi-mesin-diesel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 11:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/06/klasifikasi-mesin-diesel/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Motor diesel (sering pula disebut &#8220;compression ignition engine&#8220;) dapat diklasifikasikan berdasarkan susunan silinder, siklus kerja, sistem pendinginan, pengoperasian injektor, pemasukan udara dan bahan bakar.
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Motor diesel (sering pula disebut &#8220;<em>compression ignition engine</em>&#8220;) dapat diklasifikasikan berdasarkan susunan silinder, siklus kerja, sistem pendinginan, pengoperasian injektor, pemasukan udara dan bahan bakar. <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/06/klasifikasi-mesin-diesel/#more-29" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=29&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_29" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/06/klasifikasi-mesin-diesel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Format Video</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 11:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hardware]]></category>

		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
PAL (Phase Alternating Line) Video:
Bitrate Video:
sampai 9.8 Mbps* (9800 kbps*) untuk video MPEG2
sampai 1.856 Mbps (1856 kbps) untuk video MPEG1
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>PAL (Phase Alternating Line) Video:<br />
Bitrate Video:<br />
sampai 9.8 Mbps* (9800 kbps*) untuk video MPEG2<br />
sampai 1.856 Mbps (1856 kbps) untuk video MPEG1 <a href="http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/#more-22" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=22&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_22" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/12/05/memahami-format-video/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah ada detonation di dalam mesin?</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/11/28/apakah-ada-detonation-di-dalam-mesin/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/11/28/apakah-ada-detonation-di-dalam-mesin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 13:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/11/28/apakah-ada-detonation-di-dalam-mesin/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jayan Sentanuhady
Salah kaprah, itulah kata yang tepat untuk untuk yang menyebut knocking sebagai detonation (tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia, kalo dipaksa di-indonesia-kan, tidak salah disebut detonasi sebagai kata pengganti detonation). Sehingga menjadi umum bahwa bunyi knocking dalam mesin di sebut sebagai detonasi ? semudah itukah? Jawabanya tidak.
Share
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Jayan Sentanuhady</p>
<p>Salah kaprah, itulah kata yang tepat untuk untuk yang menyebut knocking sebagai detonation (tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia, kalo dipaksa di-indonesia-kan, tidak salah disebut detonasi sebagai kata pengganti detonation). Sehingga menjadi umum bahwa bunyi knocking dalam mesin di sebut sebagai detonasi ? semudah itukah? Jawabanya tidak.  <a href="http://gudangilmu.org/2007/11/28/apakah-ada-detonation-di-dalam-mesin/#more-20" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=20&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_20" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/11/28/apakah-ada-detonation-di-dalam-mesin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rotary Engine</title>
		<link>http://gudangilmu.org/2007/11/28/rotary-engine/</link>
		<comments>http://gudangilmu.org/2007/11/28/rotary-engine/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 12:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jayan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motor Bakar]]></category>

		<category><![CDATA[Otomotif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangilmu.org/2007/11/28/rotary-engine/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Joko Sulityono
Ide rotary engine ini sudah dikenal sejak lama (Felix Wankel: 1954), yang mana perbedaan dengan mesin recipro piston biasa adalah tidak perlunya perubahan energi gerak dari gerak lurus piston ke gerak putaran roda. Pada rotary engine ini fungsi piston serta connecting rod atau batang engkol di rangkap oleh rotor yang berbentuk seperti segitiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Joko Sulityono</p>
<p>Ide rotary engine ini sudah dikenal sejak lama (Felix Wankel: 1954), yang mana perbedaan dengan mesin recipro piston biasa adalah tidak perlunya perubahan energi gerak dari gerak lurus piston ke gerak putaran roda. Pada rotary engine ini fungsi piston serta connecting rod atau batang engkol di rangkap oleh rotor yang berbentuk seperti segitiga sama-sisi, dengan bagian tengah berupa roda gigi untuk berputar pada sumbu eksentrik. <a href="http://gudangilmu.org/2007/11/28/rotary-engine/#more-19" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://gudangilmu.org/?p=19&amp;akst_action=share-this"  title="kirim artikel ini ke teman atau kirim ke del.icio.us, dsb." id="akst_link_19" rel="nofollow">Share</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangilmu.org/2007/11/28/rotary-engine/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
